PMI Singkawang dan Rumah Sakit Singkawang Teken MoU, Sekda: Jangan Ada Lagi Pasien Sulit Dapat Donor
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- print Cetak

PMI dan seluruh rumah sakit di Singkawang perkuat kerja sama pelayanan darah melalui MoU. Langkah ini guna pastikan ketersediaan stok dan percepat distribusi bagi pasien. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Singkawang bersama seluruh rumah sakit di wilayah setempat resmi memperkuat kerja sama dalam pelayanan dan penyediaan stok darah. Langkah ini diambil untuk menjamin kebutuhan darah bagi pasien yang menjalani perawatan medis selalu tersedia dan dapat diakses dengan cepat.
Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak PMI dan manajemen rumah sakit pada Selasa, 3 Februari 2026.
Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, mengutarakan bahwa pemenuhan stok darah merupakan kebutuhan mendasar yang sangat mendesak. Mengingat tingginya jumlah pasien di berbagai rumah sakit di Singkawang, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan jiwa para pasien.
“Tidak boleh ada lagi pasien, baik warga Singkawang maupun dari daerah lain, yang keselamatan jiwanya terancam karena sulit mendapatkan darah,” tegas Dwi Yanti pada Selasa (3/2/2026).
Melalui MoU ini, Dwi berharap tercipta sebuah sistem data ketersediaan darah yang akurat serta terintegrasi antara Unit Donor Darah (UDD) PMI dan seluruh rumah sakit. Integrasi data tersebut memungkinkan pemetaan kebutuhan darah di setiap fasilitas layanan kesehatan dilakukan secara lebih detail dan terukur.
Keberadaan data yang sinkron serta jalur koordinasi yang lebih ringkas diharapkan mampu mempercepat proses distribusi darah. Hal ini menjadi faktor yang sangat menentukan, terutama dalam situasi medis darurat yang membutuhkan penanganan segera tanpa adanya hambatan birokrasi.
“Dengan koordinasi yang lebih baik, distribusi darah bisa dilakukan lebih cepat dan penanganan medis menjadi lebih efektif,” jelasnya saat memberikan arahan dalam pertemuan tersebut.
Selain membenahi sistem layanan dan distribusi, Dwi Yanti juga mendorong pihak PMI dan jajaran rumah sakit untuk terus aktif mengampanyekan gerakan donor darah secara masif. Edukasi ini perlu menyasar lingkungan internal instansi maupun masyarakat luas guna menjaga stabilitas pasokan darah di Kota Singkawang.
Diharapkan dengan adanya komitmen bersama ini, pelayanan kesehatan di Kota Singkawang semakin berkualitas dan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan bantuan medis mendesak.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar